Templates by BIGtheme NET
Rumah » Berita » Jenazah Perwira Polisi dan Anggota Santoso Tiba di Polda Sulteng
Ambulance yang membawa jenazah Bryan Theophany Tatontos saat tiba di RS Bhayangkara Palu Kamis (20/08/2015).(Sumber Foto: kabarselebes.com)
Ambulance yang membawa jenazah Bryan Theophany Tatontos saat tiba di RS Bhayangkara Palu Kamis (20/08/2015).(Sumber Foto: kabarselebes.com)

Jenazah Perwira Polisi dan Anggota Santoso Tiba di Polda Sulteng

PALU – Jenazah perwira brimob AKP Anumerta Bryan Theophany Tatontos, SIK, Kamis (20/08/2015) malam tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Jenazah AKP Bryan Theophany Tatontos tiba bersama satu jenazah lain yang diduga adalah satu dari kelompok Santoso yang tewas dalam kontak senjata di Gunung Langka Poso Pesisir Utara, Rabu (20/08/2015) kemarin.

Dua jenazah tersebut dievakuasi dari kecamatan poso pesisir dengan menggunakan dua buah ambulance, setelah sebelumnya dievakuasi oleh tim Brimob Polda Sulteng dari lokasi kontak senjata di Pegunungan Langka Poso Pesisir kamis siang. Dua jenazah itu adalah perwira polisi AKP Anumerta Bryan Thephany Tatontos dan satu anggota terduga teroris dari kelompok Santoso, yang diduga bernama Osama alias Bado.

Dua jenazah ini langsung dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Dua jenazah ini langsung dibersihkan dan akan disemayamkan. Jenazah perwira polisi AKP Anumerta Theophany Tantontos akan disemayamkan di Gedung Torabelo Polda Sulteng Palu, sambil menunggu keluarga yang akan datang dari Manado Sulawesi Utara. Sementara jenazah satu terduga teroris yang diduga bernama Bado , disimpan di ruang pengawet di kamar jenazah rumah sakit bhayangkara palu. Jumat pagi, jenazah perwira polisi itu akan diterbangkan ke kampung halamannya di Manado Sulawesi Utara.

 

“Malam ini keluarga Almarhum Bryan tiba di Palu. Dan besok (Jumat) pukul 11.00 WITA akan diberangkatkan di kampung halamannya di Manado,’’ kata Kombes Pol Leo Bona Lubis, wakapolda Sulteng di RS Bhayangkara Palu kamis malam.

Sebelum tewas, perwira polisi Bryan Thephany Tatontos masih berpangkat iptu dan menjabat sebagai komandan kompi Brimobda Sulteng di Poso. Oleh mabes polri, Bryan anugerahi kenaikan pangkat satu tingkat menjadi ajun komisaris polisi anumerta.

Bryan Theophany Tatontos tewas dalam baku tembak antara polisi dari brimobda Polda Sulteng dengan sekitar 30-an anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), pimpinan Santoso di Pegunungan Langka, Poso Pesisir Utara.  Kontak senjata itu terjadi saat anggota polisi akan melakukan pengejaran terhadap beberapa orang bersenjata di sekitar pegunungan itu. Satu anggota terduga teroris tewas dalam baku tembak itu. Saat akan mengevakuasi jenazah terduga teroris, pasukan brimob dibawah pimpinan Bryan Theophany Tatontos, ditembaki dari arah perbukitan oleh sejumlah orang. Akibatnya, Bryan tertembus peluru du bagian perut dan pinggan sebelah kiri.

Meski demikian, polisi sempat menyita sejumlah barang bukti yang ditinggalkan kelompok Santoso di camp persembunytian di gunung langka. Barang bukti tersebut berupa 1 pucuk senjata api sniper m160 organik merek bareta, satu pucuk senjata rakitan laras panjang, 28 buah bom pipa jenis lontong, satu buah laptop kecil, satu buah handycam, 4 buah bendera mit, serbuk black powder, 4  batere, 4 lembar peta, charger handphone dan handytalky, 4 buah peluru kaliber 12,7 milimeter, 8 buah handytalky, 8 buah power bank, buku-buku jihad dan sejumlah catatan.(dee)

Tentang fkptsulteng